Bab 50: Pernikahan ini, aku sama sekali tidak setuju!
Siang hari.
Qin Jinglong sendiri turun tangan memasak berbagai hidangan di meja. Putrinya tiada hentinya memuji kelezatan masakannya, membuat Qin Jinglong tertawa lebar hingga mulutnya nyaris tak bisa ditutup.
Sementara Raja Utara yang biasanya serius kini tampak sumringah, membuat Xiang Yuanjie, tamu yang diundang makan siang di rumah itu, sesaat merasa dirinya mungkin salah lihat.
Apakah ini benar-benar Raja Utara yang biasanya dingin dan tak kenal ampun?
“Tertawa, tertawa, dan tertawa saja, aku tidak mau makan lagi!”
Makan siang yang semula berlangsung hangat dan harmonis itu mendadak berubah ketika Wang Huilan meletakkan sumpit dan bangkit dari meja setelah hanya makan beberapa suap.
Ia kesal karena sepulang Qin Jinglong dari berbelanja bahan makanan, ia mendengar bahwa Xiao Yingyue hendak pergi ke Tianlei Farmasi sebagai CEO eksekutif, dan Qin Jinglong langsung mencegahnya di tempat.
Muslihat kecil Xiao Tianlei, mana mungkin luput dari pengamatan Qin Jinglong.
Bukan karena ia benar-benar berubah pikiran, pasti ia ingin memancing Xiao Yingyue ke sana untuk dijadikan alat tawar-menawar!
“Ibu, bisa tidak ibu sedikit lebih sopan? Di rumah masih ada tamu, lho!” Xiao Yingyue akhirnya tak tahan juga dan menegur ibunya.
“Tak apa, Nyonya, saya sudah kenyang kok!” Xiang Yuanjie buru-buru mengangkat tangan, lalu segera berdiri dengan sopan membawa piring dan alat makan ke dapur untuk dicuci.
Urusan rumah tangga Raja Utara, Xiang Yuanjie tahu diri untuk tak ikut campur.
Selesai mencuci, ia juga tak berlama-lama, mencari alasan untuk menjenguk Du Yuesheng dkk, lalu buru-buru pergi.
Zhu Wangshan pun tak makan siang di rumah, tapi pergi ke vila sebelah menyiapkan hidangan lezat untuk para mantan jenderal Zhenbei.
Begitu Xiang Yuanjie pergi, tersisalah empat orang di ruangan itu.
Teguran Xiao Yingyue barusan membuat api amarah Wang Huilan benar-benar menyala.
“Bagaimana aku tak sopan? Lihat saja tamu yang dia bawa, makan bisa satu baskom, lebih banyak dari sepuluh kali aku makan!”
“Belum lagi anak buahnya, wajah-wajahnya semua seram, anak itu pasti bukan orang baik-baik!” Wang Huilan mengomel dengan nada tinggi.
“Temanku memang makannya banyak, tapi dia orang baik, dan anak buahku itu, wajahnya saja yang sangar, aslinya mereka semua baik hati,” jawab Qin Jinglong sambil tersenyum.
Xiang Yuanjie adalah pemanah kelas tiga, bertubuh kuat, latihan sehari-hari sangat menguras tenaga, makanya makannya banyak.
Qin Jinglong juga tak menyangka hanya karena Xiang Yuanjie doyan makan, ibunya bisa semarah itu.
“Baik atau tidaknya bukan urusanku, aku cuma mau tanya, kenapa hari ini kamu harus menahan Yingyue agar tidak pergi ke Tianlei Farmasi?”
Itulah hal utama yang membuat Wang Huilan marah.
“Aku hanya bilang hari ini jangan pergi dulu, besok baru biar Yingyue ke Tianlei Farmasi. Hanya terlambat satu hari saja!” jelas Qin Jinglong menekankan.
Ia memang punya rencana sendiri.
Pagi tadi ia keluar sebentar untuk membereskan Xia Taihao, hingga belum sempat membeli Tianlei Farmasi.
Kalau hari ini membiarkan Xiao Yingyue pergi ke sana, sama saja melemparkan domba ke mulut harimau.
Selain itu, besok Qin Jinglong juga sudah menyiapkan lamaran untuk Xiao Yingyue.
Tempat lamarannya pun di Tianlei Farmasi.
Qin Jinglong melakukan semua ini demi kebaikan Xiao Yingyue, tapi ia tak bisa mengatakannya secara langsung.
Lamaran yang baik memang harus penuh misteri dan kejutan, kalau sudah dibocorkan, mana ada lagi kejutan?
“Ibu, Qin Jinglong ini demi kebaikanku. Keluarga Xiao pasti punya niat buruk, jangan-jangan seperti dulu lagi, tiba-tiba menjodohkanku dengan orang lain,” kata Xiao Yingyue mendukung.
“Benar, kan! Lihat, Yingyue saja bisa menebaknya.”
Qin Jinglong menatap istrinya penuh kasih, hatinya manis seperti disiram madu.
Xiao Yingyue mau berdiri di pihaknya, membuat Qin Jinglong benar-benar merasakan kehangatan keluarga.
Ini adalah awal yang baik. Qin Jinglong harus segera menikahi wanita cantik dan baik hati ini.
“Katamu keluarga Xiao punya niat buruk, lalu kenapa kamu tak ikut menemani Yingyue ke sana? Bukankah kamu jago berkelahi?”
“Jangan cari alasan! Aku sudah tahu sifat aslimu. Kamu menahan Yingyue supaya dia tak jadi CEO perusahaan, karena takut setelah dia kembali jadi putri keluarga Xiao, akan banyak pemuda kaya yang lebih hebat darimu mengejarnya. Kamu juga takut kalau keluargaku hidup enak, tidak perlu lagi menumpang di rumahmu!”
“Dengar ya, Qin, kamu tidak pantas untuk Yingyue. Aku tidak akan pernah setuju dengan pernikahan ini!” Wang Huilan terus mengomel tanpa henti.
Qin Jinglong hanya bisa terdiam.
Apa sih yang dipikirkan ibu itu?
Mana mungkin ia tidak rela istrinya kembali menjadi CEO perusahaan!
Itu adalah karier yang sangat ia cintai, di mana ia telah mencurahkan masa muda dan perasaannya.
Tapi masalahnya, kalau hari ini pergi, pasti akan ada bahaya. Meskipun Qin Jinglong bisa menemani dan melindungi Xiao Yingyue, bila keluarga Xiao mulai memainkan tipu daya, Xiao Yingyue pasti akan melihat wajah asli mereka dan hatinya akan sangat terluka.
Itulah sebabnya, selepas berbelanja siang tadi, Qin Jinglong langsung mencegah Xiao Yingyue.
Mana tega ia melihat istrinya kembali terluka dan menangis?
Cukup menunggu setengah hari lagi, begitu Qin Jinglong menyelesaikan urusan pembelian Tianlei Farmasi sore ini, besok nama Xiao Yingyue akan resmi tercantum di perusahaan itu.
Saat itulah, ia akan kembali ke perusahaan sebagai pemilik yang sah!
“Ibu, sudah cukup!” Xiao Yingyue bangkit, membereskan piring dan mangkuk. Qin Jinglong ingin membantu, tapi langsung ditolak dengan tatapan tajam dari Xiao Yingyue.
“Makan dan tinggal di sini saja sudah cukup, mana boleh kamu ikut-ikutan kerja kasar. Mau bikin aku semakin merasa bersalah, atau memang seperti kata ibu tadi, kamu mau aku seumur hidup menumpang padamu?”
Selesai berkata, Xiao Yingyue pun cekatan membereskan semuanya, mengangkat tumpukan piring dan mangkuk ke dapur.
Qin Jinglong hanya bisa tersenyum kecut.
Kalau memang tak rela melihatku bekerja, bilang saja langsung!
Mengapa harus marah-marah dulu, baru bilang?
Tentu saja, Qin Jinglong tahu hati Xiao Yingyue selembut tahu meski ucapannya setajam pisau.
“Yiyi, sudah kenyang belum?” tanya Qin Jinglong pada putrinya.
“Sudah kenyang dari tadi, Paman! Masakanmu enak sekali, nanti boleh tidak setiap hari makan masakan buatan paman?” tanya Yiyi dengan suara manja.
“Tentu saja boleh! Tapi kamu harus bantu aku membujuk ibumu, dia tak membiarkanku kerja kasar.”
Qin Jinglong separuh bercanda.
“Kalau begitu, waktu paman masak jangan sampai ibu lihat, gampang kan?” Jawaban anak kecil memang polos.
“Baiklah, aku akan dengar katamu, masak diam-diam saat ibumu tidak ada.” Qin Jinglong mengacak-acak lembut rambut putrinya.
Saat itu, Yiyi tiba-tiba menurunkan suara, bertanya, “Paman, paman suka sama mama, ya?”
“Kok kamu pintar sekali, memang pantas jadi putri raja…” Kata-kata itu nyaris keluar, tapi Qin Jinglong buru-buru menelannya kembali, apalagi ia jelas-jelas merasakan tatapan tajam Wang Huilan dari ruang tamu.
“Ya, benar. Aku suka sama ibumu,” jawab Qin Jinglong lembut, penuh keyakinan.
“Paman suka ibu, Yiyi juga suka paman. Kalau begitu, aku akan bantu paman mengejar ibu. Ini rahasia kita berdua, jangan bilang siapa-siapa ya!” Yiyi mengedipkan mata pada Qin Jinglong.
“Kamu mau bantu paman bagaimana mengejar ibumu?” Hampir saja Qin Jinglong menangis karena terharu.
Bagaimana bisa aku punya putri selucu ini, benar-benar menggemaskan!
“Nanti aku akan membujuk ibu biar bicara baik tentang paman, lalu bantu kalian punya waktu berdua. Kalau paman sudah berhasil, kita bertiga bisa tidur di satu ranjang…”
“Nanti aku tidur di tengah, kalian berdua gantian bercerita untukku, satu jadi raja, satu jadi ratu, dan aku jadi putri kecil…”
“Tapi, paman harus melindungi kami berdua, jangan biarkan orang jahat menyakiti aku dan ibu lagi. Ibu sudah banyak berkorban untukku, sering sekali ibu menangis malam-malam, dikiranya aku tidur, padahal aku belum tidur…”
“Paman, janji ya! Nanti setelah berhasil mengejar ibu, paman harus memperlakukan ibu dengan sangat baik, benar-benar sangat baik, boleh kan?” Yiyi menengadahkan wajah mungilnya, bertanya dengan sungguh-sungguh.