Bab 73: Pemimpin Baru dan Lama MIB
Pemimpin Z duduk di kursi utama di balik meja kerjanya, dengan hanya O dari markas besar yang duduk di sampingnya. Semua kursi agen andalan lainnya kosong. Tiba-tiba, di tempat-tempat itu muncul satu per satu proyeksi holografis.
“Z, kenapa kamu tiba-tiba memanggil kami? Jangan-jangan ada masalah lagi di markas besar?” tanya C sambil mengusap hidungnya. “Kenapa markas besar selalu saja ada urusan? Bagian Asia yang aku kelola sangat tenang, tidak seperti ini.”
Z menatap proyeksi holografis C. “Kau berharap markas besar punya masalah, ya? Pertemuan ini diadakan untuk membahas masalah tentang K.”
“K? Ada apa dengan dia lagi?” tanya H dari divisi Eropa. “Bukankah dia sudah pensiun?”
Jangan-jangan ingatan K tiba-tiba kembali lagi? Kalau begitu, masalahnya bakal besar.
“K memang sudah pensiun. Tapi sebelum pensiun, dia pernah menitipkan pesan lewat seorang teman. Jika suatu hari kekasihnya jatuh sakit, dia berharap organisasi mau membantu mengobatinya.”
“Sekarang pacarnya mengidap kanker dan diperkirakan hanya punya waktu kurang dari setengah tahun. Jika kita berhasil menyembuhkannya, K akan kembali ke organisasi dan bekerja lagi sampai benar-benar tidak sanggup.”
“Z, ini tidak sesuai dengan peraturan organisasi. Memang benar teknologi medis kita sangat canggih, tapi sejak awal sudah disepakati bahwa teknologi itu tidak boleh disebarluaskan. Bahan-bahan yang dibutuhkan juga bukan berasal dari bumi, tidak bisa diproduksi massal, dan biayanya sangat tinggi,” kata M, menjadi yang pertama menolak.
Jika masalahnya menimpa K sendiri, dan K masih bekerja untuk organisasi, mereka pasti akan segera membantu tanpa perlu rapat seperti ini.
Tapi sekarang K sudah keluar dari organisasi, bahkan dua kali dengan sikap yang sangat tegas. Yang akan diselamatkan pun bukan dirinya, melainkan kekasihnya.
“Aku juga tidak setuju. Aku akui K adalah agen andalan yang sangat luar biasa dan sudah banyak berjasa untuk organisasi. Tapi dia yang memilih pergi, dan organisasi pun sudah memberikan banyak perhatian,” kata T dengan nada keras. “Sekarang, hanya karena pacarnya sakit, organisasi harus turun tangan? Kalau begitu, nanti setiap kita pensiun bisa menuntut hal yang sama. Jangan lupa tujuan kita mendirikan organisasi ini. Tidak ada satu pun dari kita yang punya hak istimewa!”
“Aku paham, T. Tidak perlu terlalu emosi. Tapi bukankah kau juga mengakui, kalau K kembali, organisasi akan jadi lebih baik? Kita berencana meng-upgrade Jaringan Langit untuk perlindungan bumi. Jaringan itu dulu dibangun K sendiri. Bukankah dia yang paling tepat memimpin pembaruannya agar jadi lebih sempurna?”
“Kalau menurut kalian jasa K belum cukup, aku rela menukar seluruh jasaku demi kesempatan ini.”
“Apa maksudmu, Z?” tanya O, agak ragu.
“Maksudku jelas. Aku pensiun, K kembali bekerja, dan sebagai gantinya kekasihnya diberi obat penyelamat. Aku juga tidak akan meminta perhatian atau perlakuan istimewa setelah pensiun. Bagaimana?”
“Z, jangan bicara sembarangan. Kami berhubungan dengan K sama lamanya denganmu. Kalau memang K yang bermasalah, kami pasti akan melanggar aturan demi dia. Tapi sekarang masalahnya bukan pada K, melainkan kekasihnya,” sahut T tidak tahan.
“Aku tidak bicara sembarangan. Saat K pensiun, aku sudah bilang aku juga ingin pensiun. Orang tuaku meninggal pun aku tak sempat menghadiri pemakaman mereka. Sekarang aku ingin menziarahi makam mereka.”
“Aku sudah terlalu lama bekerja di organisasi. Aku juga menyarankan, sebaiknya organisasi tidak membiarkan seorang agen andalan terlalu lama menjadi pemimpin. Aku usulkan O yang menggantikan posisiku, dan lima atau sepuluh tahun kemudian, dia bisa menunjuk orang lain.”
“Dengan begitu, setiap dari kita punya kesempatan untuk menemani keluarga sebelum usia menua. Kita juga tidak akan seperti D, yang waktu menghadapi alien, jadi terancam oleh kelemahan fisik, membuat tugas semakin ribet, dan akhirnya pergi dengan perasaan gagal.”
“Aku benar-benar memohon kalian mengabulkan permintaanku, izinkan K kembali.”
“Z, kau yakin K sendiri mau kembali? Apa dia mengatakan langsung padamu? Dia pernah memulihkan ingatannya sendiri, tapi kemudian memilih menghapusnya lagi. Dia sudah muak dengan pekerjaan dan tanggung jawab ini,” kata C, tak kuasa menahan diri.
“Tapi kau dan aku tahu, kalau K punya ingatan itu, dia pasti mengambil keputusan yang sama. Dan selama kita sudah mengambil tindakan ini, dia pasti akan tetap bertahan di organisasi dan bekerja dengan baik.”
...
“F, Z sedang rapat dengan siapa? Kenapa ada rapat lagi? Apa ada tugas besar? Atau mungkin karena kita sudah menyelesaikan misi, Z mau promosikan kita dan meminta agen andalan lain buat voting?” tanya J.
Fan Mang menggeleng. “Entahlah. Tapi kalau jadi agen andalan semudah itu, organisasi ini takkan hanya punya sedikit agen andalan.”
Saat ini, di dalam MIB ada sebelas agen andalan, termasuk Z. Mereka adalah inti manajemen organisasi, yang bersama-sama bertanggung jawab atas operasional dan perlindungan bumi.
Namun, setengah dari mereka sudah berusia lanjut, bahkan ada dua agen dari luar angkasa.
Soal K, Fan Mang belum bercerita pada J. J kehilangan ayah sejak kecil dan dibesarkan ibunya. Setelah ibunya meninggal, ia sangat mendambakan kehangatan keluarga dan takut kesepian. Itulah sebabnya, ketika Fan Mang menganggur, J rela membantu membayarkan uang sewa rumah, hanya agar sepulang kerja ada teman di rumah.
Usia K sebenarnya hampir sama dengan ayah J. Saat K mengajari J berbagai cara bekerja, Fan Mang selalu memperhatikan sorot mata J yang tampak berbeda—seolah kadang-kadang ia menganggap K sebagai ayahnya sendiri.
Jika K benar-benar kembali, J pasti sangat gembira. Tapi jika harapan itu pupus, hasil akhirnya pasti terlalu kejam.
...
“Hey, F, tatapanmu aneh. Kau menyembunyikan sesuatu dariku,” ujar J, duduk di meja Fan Mang. “Kita ini pasangan terbaik, juga sahabat paling dekat. Kau tak boleh punya rahasia dariku.”
“Jangan coba-coba bohong. Aku sudah menginterogasi ribuan penjahat. Aku tahu persis kalau seseorang berbohong. Ayo, katakan, apa yang kau sembunyikan dariku?”
“J, aku cuma melihat hujan di luar, dan khawatir padamu.”
Kalimat setengah bohong itu membuat J terdiam. Ya, sedang hujan. Setiap kali hujan, ia selalu teringat padanya.
“F, temani aku minum.”
Sore itu juga, mereka tiba-tiba mendapat pemberitahuan bahwa akan ada pengumuman penting.
Z berdiri di atas panggung, di sampingnya berdiri dua sosok yang sangat dikenal.
“Hari ini aku akan mengumumkan dua hal. Pertama, K akan kembali ke organisasi dan mengambil alih tugas O sebelumnya, memimpin seluruh operasional divisi Amerika.”
“K tak perlu kuperkenalkan lagi, pasti kalian semua sudah kenal. Kalau ada yang belum, tanya saja ke kolega kalian atau lihat catatan sejarah organisasi.”
“Kedua, aku akan menyerahkan tugas-tugasku pada O. Ke depan, O akan memimpin MIB, memandu kita semua untuk melindungi bumi dan mengelola makhluk luar angkasa di sini.”
“Dan aku, akan resmi pensiun dan meninggalkan MIB...”
“F, kenapa tiba-tiba Z pensiun? Dan kenapa K bisa kembali? Apa sebenarnya yang ada di pikiran dua orang tua itu?” tanya J, wajahnya dipenuhi senyuman saat Fan Mang menoleh padanya.
Jangan lupa simpan dan beri rekomendasi, ya!