【Perangkat simulasi mimpi telah diaktifkan, memulai verifikasi! Apakah Anda ingin bermain?】"Tidak." 【Terdeteksi bahwa pemain hanya memiliki sisa hidup 343 hari. Jika berhasil menyelesaikan tugas skenario simulasi mimpi, perangkat akan memperpanjang umur pemain. Apakah Anda ingin bermain?】"Mau!" 【Simulasi mimpi dapat menyalin satu karakter untuk masuk ke dalam mimpi, apakah Anda ingin memilih?】"Pilih!" 【Penguncian gagal! Silakan pilih karakter lawan jenis yang sesuai.】 Ling Xia: ???
[Suara lonceng terdengar!]
[Perangkat Simulasi Mimpi telah diaktifkan, mulai melakukan verifikasi!]
Ling Xiao menatap layar virtual di depannya dengan perasaan panik...
Satu jam sebelumnya.
Pemeriksaan, nasihat dokter, menebus resep.
Semua berjalan seperti biasanya.
Ia keluar dari rumah sakit dengan wajah datar.
Sejak mengetahui sisa hidupnya, Ling Xiao selalu menahan emosinya.
Ia menengadah.
Matahari musim panas membakar tanpa ampun.
Ling Xiao melirik ke arah minimarket di samping rumah sakit.
Sebelumnya, dokter masih sempat mengingatkannya untuk menjaga pola makan.
Tapi ia tetap melangkah masuk.
Toh, hidupnya tinggal setahun lagi.
Paling-paling hanya beda beberapa hari saja.
Begitu masuk, terdengar suara nyaring memanggilnya.
“Kakak senior!!”
Ling Xiao mendongak dan mendapati seorang adik tingkat dari jurusan yang sama sewaktu kuliah berdiri di dalam toko.
Meski suasana hatinya saat ini tak cocok untuk bersosialisasi, ia tetap berusaha memaksakan senyum, “Chen Ting, kenapa kamu di sini?”
“Aku lagi flu sedikit, ke rumah sakit ambil obat, nggak nyangka ketemu senior di sini!” Chen Ting langsung menghampiri Ling Xiao dengan wajah sumringah.
Ling Xiao memperhatikan Chen Ting di depannya.
Dia kini tampak lebih pandai berdandan daripada dulu.
Rambut pendek, wajah imut, celana jins, pergelangan kaki putih yang sedikit terlihat.
Sungguh menggemaskan.
“Kakak senior, aku ini kan lebih cantik daripada waktu baru masuk kuliah, kan?!”
“I