Bab delapan puluh: Pergi ke pusat pelatihan mencari rekan latihan

Gadis Imut Penjaga Monster Ajaib Cahaya Surga 2400kata 2026-03-05 00:24:15

Setelah meninggalkan panti asuhan, Tang Yi tidak langsung pulang ke rumah. Ia berjalan-jalan pelan bersama Ralulas di sekitar sana dua kali, terutama karena ia bisa melihat bahwa Ralulas juga cukup lelah.

"Kau pasti tadi lagi-lagi membual pada orang lain," sindir Ralulas dengan nada manja.

Mengingat wajah Fang Tianze yang tampak begitu kecewa sebelum mereka pergi, Tang Yi merasa sangat bersalah. Padahal Kakak Butterfree itu sudah begitu baik padanya, namun Tang Yi masih saja membohongi pelatih lain.

Tang Yi menatap langit sambil berkata, "Kalau saja kau tadi tidak keceplosan, dia pasti tidak akan jadi murung, dan kau pun tidak akan merasa bersalah. Dunia tanpa luka akan tercipta, kadang-kadang kebohongan kecil yang baik bisa sangat berarti."

"Kau hanya pintar berdebat!" Ralulas mendengus kesal.

"Sudahlah, coba ceritakan bagaimana sebenarnya Butterfree membantumu membimbing kekuatanmu. Menurutmu, bagaimana hasilnya?" tanya Tang Yi penasaran. Tadi, di depan Fang Tianze dan Butterfree, ia sungkan untuk bertanya langsung.

Mendengar itu, Ralulas mendadak tampak bersemangat. Ia mengambil termos dari tas Tang Yi, membuka tutupnya, lalu menuangkan air keluar.

"Kau sedang apa?" tanya Tang Yi heran, namun belum sempat menyelesaikan pertanyaan, wajah terkejut sudah tergambar jelas.

Dengan tangan kiri, Ralulas menuangkan air, sementara di tangan kanannya, kekuatan psikis berwarna biru pekat berkumpul. Dibandingkan sebelumnya, warna biru itu tampak semakin dalam.

Air yang mengalir deras tiba-tiba terhenti di udara. Ralulas membalikkan telapak tangannya, dan air yang semula jatuh kini kembali naik, mengalir balik ke dalam termos hingga habis.

Setelah kekuatan psikis menghilang, Ralulas memutar tutup termos rapat-rapat, lalu menatap Tang Yi dengan wajah penuh harap, menunggu pujian.

Tang Yi yang sempat melongo akhirnya sadar, lalu memuji, "Aku jadi berpikir, kalau kita buka lapak di taman dan mempertunjukkan keahlianmu, mungkin kita bisa dapat uang tambahan."

Padahal sudah sehebat ini, kenapa tidak dipuji juga!

Ralulas langsung menggembungkan pipinya, kesal.

Sungguh menggemaskan!

Tang Yi pun tertawa lepas. Entah kenapa, melihat Ralulas marah dengan cara yang lucu seperti itu, rasanya tak pernah bosan.

"Tapi memang hebat, ya. Aku ingat Pelatih Li Yaowen pernah bilang, tingkat dasar kekuatan psikis hanya bisa mengendalikan benda padat, tapi saat sudah mahir, kekuatan itu bisa mengendalikan gas dan cairan. Ternyata kau sudah banyak berkembang," ujar Tang Yi. Sebenarnya ia cukup terkejut, tapi yang lebih membuatnya kagum adalah Butterfree bisa mengajarkan sampai sejauh itu. Metode pembelajaran yang unik itu, ternyata memang sehebat itu?

Menanggapi rasa penasaran Tang Yi, Ralulas pun berusaha menjelaskan dengan gerakan tangan.

"Kakak Butterfree bilang, kekuatan psikisku memang sudah cukup kuat dan fondasiku tidak lemah, tapi kekuatannya masih kacau, jadi sulit untuk mengendalikan setiap gelombang frekuensi secara presisi."

"Karena itu, dia membimbingku dengan menggunakan kekuatannya sendiri, agar aku belajar membedakan dan mengatur setiap gelombang kekuatan psikis, supaya aku tahu gelombang mana yang sesuai dengan frekuensi mana. Katanya, kalau sudah bisa membedakan dan terbiasa, aku bisa lebih mudah mempelajari banyak jurus dasar tipe psikis."

"Kedengarannya mudah," gumam Tang Yi.

"Tidak mudah! Kau tahu ada berapa macam gelombang dan frekuensi kekuatan psikis? Setidaknya ada ratusan. Kakak Butterfree membimbingku hingga hampir semua gelombang bisa kurasakan. Dia pasti sangat kelelahan," ujar Ralulas. Meski belum sepenuhnya mengerti, ia bisa merasakan betapa melelahkannya cara mengajar seperti itu.

Tang Yi diam sejenak. Ia pun tak menyangka, demi membantu dirinya dan Ralulas yang bahkan tak dikenalnya, Butterfree rela melakukan sejauh itu.

Meski ia tak paham soal jurus-jurus para makhluk itu, membayangkan saja sudah terasa rumit dan melelahkan.

Apa tujuannya?

Hanya karena suka menolong?

Ia tidak terlalu mengerti...

Tang Yi menggelengkan kepala. Baiklah, ia sudah memutuskan. Nanti sepulangnya, ia harus membeli poster Fang Tianze, lalu kalau ada kesempatan, minta tanda tangan pada paman itu.

Karena itulah, ia tak mau menyia-nyiakan kebaikan ini.

Tang Yi memutuskan untuk langsung memanfaatkan momentum. Ia tak jadi pulang, melainkan membuka peta di ponselnya, lalu mencari pusat pelatihan terdekat dari rumah, dan memesan taksi ke sana.

Pusat pelatihan seperti ini memang disediakan bagi para pelatih untuk bertarung, latihan bersama, atau sekadar bertukar ilmu. Bagaimanapun, menurut hukum negara, tak boleh sembarangan menggunakan jurus di luar ruangan, dan rumah pun sering tak cocok untuk jurus-jurus yang daya rusaknya tinggi. Maka pusat pelatihan jadi pilihan terbaik.

Pusat pelatihan yang ini tidak terlalu besar, pengunjungnya pun tidak banyak.

Sebelum masuk, ia memeriksa harga. Satu jam sekitar seratusan ribu, harga yang cukup wajar. Namun petugas di meja depan tampak kurang puas kalau tamu hanya mengambil paket paling murah.

"Kami juga menyediakan berbagai layanan sparring, lho. Mau lawan tipe bertahan, menyerang, atau kecepatan, kami bisa pilihkan sparring partner yang paling cocok," ujar petugas.

Tang Yi berpikir sejenak, lalu bertanya, "Apa ada layanan pelatihan jurus juga?"

Petugas itu tampak sungkan. "Maaf, Pak, kami bukan tempat kursus. Sparring partner kami sepertinya tidak terlalu ahli dalam mengajar."

Tang Yi tersenyum, "Tidak apa-apa. Apa ada sparring partner yang bisa menggunakan Teleportasi dan Hipnotis sekaligus?"

"Tunggu sebentar, saya cek dulu."

Beberapa menit kemudian, petugas itu berkata senang, "Kebetulan ada satu, bagaimana dengan Mr. Mime?"

"Boleh," jawab Tang Yi.

"Kalau dengan sparring partner, tarifnya 480 ribu per jam."

"Satu jam saja," kata Tang Yi, tak mau menambah waktu karena harganya langsung melambung. Lagipula, waktu pun terbatas.

Tak lama, sparring partner itu datang, seorang wanita berusia sekitar tiga puluh tahunan bersama partnernya, Mr. Mime.

Wujud Mr. Mime perempuan ini tak jauh berbeda dengan yang selama ini Tang Yi tahu. Sebenarnya ia juga menyadari, para makhluk humanoid, setelah diadaptasi ke bentuk manusia, memang tidak terlalu banyak berubah.

"Namaku Li Rongjie, ini partnerku, Mr. Mime. Selamat datang dan terima kasih sudah memilih kami," sambut wanita itu ramah dan profesional. Tampaknya, ia juga mendapat komisi lumayan dari layanan ini.

"Halo, boleh kita mulai sekarang?" Tang Yi to the point saja, karena membuang waktu artinya membuang uang. Uang beasiswa terakhirnya semakin menipis.

"Saya ingin tahu dulu, apakah ada permintaan khusus?" tanya Li Rongjie lagi.

"Permintaan khusus?" Tang Yi tampak heran.

"Maksud saya, apakah ada ketentuan tertentu selama sparring, misal hanya sekadar latihan jurus, bolehkah kami membalas, atau latihan bebas?"

Tang Yi menghela napas lega.

Ralulas melirik sebal, malas bertanya karena yakin Tang Yi barusan pasti membayangkan hal-hal yang tidak sehat atau aneh.

"Gampang saja, Mr. Mime cukup mengulang-ulang dua jurus, yaitu Teleportasi dan Hipnotis, sampai Ralulas-ku berhasil menguasainya. Bisa, kan?"

"Cuma itu?"

"Ya, hanya itu."

Kini giliran Li Rongjie bernapas lega. Jauh lebih mudah dari yang ia bayangkan. Ia menatap partnernya penuh sayang, setidaknya Mr. Mime-nya tak perlu khawatir terluka.

Kalau begitu, mari kita mulai.