Bab 62: Kita Berdua, Pria dan Wanita, Berada di Satu Ruangan
Pada hari sebelum kepulangannya, Feng Jingyue tiba-tiba menerima surat kilat yang dikirimkan oleh burung merpati dari Feng Jinqi kepada Nenek Agung, barulah ia mengetahui perkembangan terkini di Kota Naga.
Ia sangat tidak puas dengan keinginan adik perempuannya yang keras kepala untuk menjadi Putri Mahkota. Saat itu, ia hampir saja ingin segera kembali ke Kota Naga dan memberi pelajaran yang keras pada Long Chenghao.
Untungnya, ayahnya telah menyiapkan rencana cadangan. Dalam hal perjodohan dengan keluarga kerajaan, sudah tentu pilihan ayahnya jauh lebih baik daripada pilihan adiknya. Nenek Agung pun tak henti-hentinya memuji Long Yintian, menantunya yang satu ini.
Kini, melihat Long Yintian berdiri di sisi adik perempuannya, Feng Jingyue mendadak merasa lega.
“Tuan, adik perempuanku memang nakal. Mohon nantinya Anda banyak-banyak bersabar,” katanya.
“Justru akulah yang akan merepotkan Qingyue nantinya,” jawab Long Yintian dengan senyum yang semakin dalam, menyadari niat baik Feng Jingyue.
Ia menyadari, selama ia bisa memastikan Feng Qingyue tidak akan diperlakukan buruk, para lelaki keluarga Feng ternyata sama sekali tidak mempermasalahkan tubuhnya yang lemah.
“Komandan Muda, usiamu hanya beberapa bulan di atasku. Mulai sekarang, aku akan memanggilmu kakak seperti Qingyue!” kata Long Yintian.
“Tentu saja tidak masalah,” jawab Feng Jinqi langsung mewakili Feng Jingyue.
Setelah itu, atas perintahnya, para prajurit pun berangkat menuju istana dengan barisan yang gagah perkasa.
...
Gerbang Xuanwu.
Saat Long Fengxuan melihat rombongan Feng Jinqi tiba, senyum lebar segera merekah di wajahnya.
Ia tertawa lepas tanpa memperdulikan tatapan heran orang lain, lalu berlari gembira ke arah Feng Jingyue.
“Kakak sepupu, akhirnya kau pulang juga!”
“Kau ini, tetap saja tidak tahu sopan santun,” jawab Feng Jingyue sambil membiarkan gadis itu memeluknya. Ia memandang gadis kecil yang kini tingginya hampir selevel dadanya, dengan tatapan penuh kasih dan sayang.
Namun Long Fengxuan malah cemberut, melotot kesal padanya, lalu berjalan mendekati Feng Jinqi sambil pura-pura mengadu, “Paman, kakak sepupu mem-bully aku, tolong bantu aku membalasnya!”
“Xuan’er, Ayahanda masih menunggu untuk menyambut kakak sepupumu,” ujar Long Yintian dengan tepat waktu, memberi kesempatan pada Long Xingyu yang berdiri canggung di samping mereka untuk bicara.
Long Xingyu pun melangkah ke depan Feng Jinqi, lalu berkata dengan hormat, “Jenderal Agung, Ayahanda memerintahkan kami berdua menanti di sini. Silakan semuanya ikut saya masuk ke aula.”
“Kakak sepupu, ini adalah kakak kelima dari keluarga kerajaan. Dia biasanya hanya pandai bicara, menarik busur saja tak mampu. Kalau ada waktu, tolong latih kakak kelimaku ini, supaya dia bisa ikut berburu musim gugur tahun ini,” kata Long Fengxuan, teringat pesan Long Yintian. Sepanjang perjalanan menuju aula utama, ia pun berceloteh riang tentang Long Xingyu.
“Kakak sepupu, kau tidak tahu betapa malangnya kakak kelimaku. Tadi di atas tembok kota, dia bahkan dibully oleh kakak pangeran mahkota.”
“Pangeran itu memang sehari saja tidak membully orang, hatinya pasti tidak tenang!” sahut Feng Qingyue, tak bisa menyembunyikan rasa muaknya ketika mendengar nama Long Chenghao.
Ia pun mulai memperhatikan Long Xingyu. Menurutnya, meski pria itu tidak memiliki aura kepahlawanan sejak lahir, rasanya ia juga tidak seharusnya sampai semalang itu.
Feng Qingyue lalu menarik lengan baju Long Yintian dengan halus. Ketika pria itu menoleh, ia berbisik pelan di telinganya.
“Kakak sepupu, apakah kau dan Kakak Keenam ada masalah? Mengapa sekarang hubungan kalian jadi begitu baik?” tanya Long Fengxuan yang memang selalu blak-blakan. Melihat Feng Qingyue berbicara akrab sambil memegang lengan Long Yintian, matanya membelalak heran.
Feng Qingyue, seolah sengaja ingin membuatnya salah paham, tiba-tiba berkata, “Fengxuan, Kakak Keenam semalam diam-diam masuk ke kamarku. Kami hanya berdua saja, menurutmu apa yang akan terjadi?”
“Kalian...”
“Adik kecil, Nona Feng hanya bercanda padamu,” sela Long Xingyu, melihat Long Fengxuan tampak benar-benar percaya. Ia pun menghela napas dan tersenyum pasrah.
Dengan Feng Jinqi dan Feng Jingyue di sana, jika Long Yintian sungguh-sungguh masuk ke kamar Feng Qingyue semalam, sudah pasti mereka tidak akan tinggal diam.
Namun Long Xingyu juga menyadari, sudah beberapa waktu tak bertemu, Feng Qingyue tampaknya telah berubah. Bahkan tatapannya pada Long Yintian pun tak lagi menyiratkan kebencian seperti dulu.