Bab 34: Jangan Sentuh Dia
Feng Jin Qi membawa Feng Qing Yue keluar kota menuju pegunungan dalam untuk mencari kelelawar penghisap darah, dan ia sengaja mengajak sepuluh prajurit keluarga Feng sebagai pengawal. Banyak warga yang melihat peristiwa ini, seketika teringat pada sang jenderal muda Feng Jing Yue yang baru saja menang perang dan tengah kembali ke ibu kota. Mereka mengira sang jenderal agung keluar kota untuk menjemput putranya pulang, lalu segera menyebarkan kabar baik ini ke seluruh penjuru.
Sementara itu, Long Yin Tian yang sama sekali tidak tahu apa-apa, langsung mengerutkan alisnya begitu mendengar bahwa Feng Qing Yue ‘menolak’ datang ke kediaman pangeran. Teringat akan ucapan gadis itu yang mengaku dirinya sangat perhitungan, ia pun tak dapat menahan diri untuk mulai curiga, apakah benar ia sedang marah.
“Orang, siapkan kereta kuda ke kediaman Jenderal Agung.”
“Calon istrimu sudah keluar kota,”
Suara yang merusak suasana itu terdengar di ambang pintu, dan tampak Jin Yu Hang masuk sambil mengibas-ngibaskan kipas lipatnya, berjalan dengan santai.
“Jenderal Agung membawa Nona Besar Feng dan pasukan pengawal keluar kota.”
“Kapan itu terjadi?” Long Yin Tian tahu Feng Jing Yue sedang dalam perjalanan pulang dari medan perang, tapi ia ingat, jenderal muda itu paling cepat baru bisa sampai ke Kota Naga besok. Apakah informasi yang ia dapatkan salah?
Jin Yu Hang melihat wajah Long Yin Tian yang kesal, lalu menutup kipasnya dengan bunyi ‘plak’, tersenyum dan menggoda, “Warga sudah menyebarkan kabar ini sejak pagi-pagi sekali. Istana pasti juga akan segera menerimanya.”
“Siapkan kereta kuda!”
Long Yin Tian berpikir sejenak, memutuskan untuk menyambut Feng Jing Yue secara pribadi, demi menunjukkan betapa ia menghargai keluarga Feng.
Jin Yu Hang sedikit terkejut, seberkas kekhawatiran melintas di matanya, lalu ia segera berkata dengan serius, “Ayo ke ruang kerjamu, ada hal penting yang harus kubicarakan.”
Begitu memasuki ruang kerja Long Yin Tian, Jin Yu Hang langsung menunjukkan ekspresi serius, dan tanpa basa-basi bertanya, “Yin Tian, apakah kau benar-benar jatuh hati pada Feng Qing Yue?”
“Itu bukan urusanmu.”
Long Yin Tian langsung bisa menebak ke mana arah pembicaraan Jin Yu Hang, dan wajahnya pun seketika menjadi dingin.
“Dia akan menjadi istri sahku sesuai adat, aku tak berniat berpura-pura di depan Jenderal Agung.”
“Mau sungguhan atau cuma pura-pura, aku tak peduli. Tapi pada malam pernikahan, apa yang akan kau lakukan? Aku sudah menghabiskan bertahun-tahun demi tubuhmu, dan kau mau membalas jasaku dengan cara seperti ini?”
Nada Jin Yu Hang benar-benar penuh amarah, sorot matanya bahkan seolah ingin mencabik-cabik Feng Qing Yue.
Meski racun dalam tubuh Long Yin Tian telah ditekan dengan obat, namun bila ia benar-benar menyentuh Feng Qing Yue, darahnya pasti akan berbalik arah dan racun itu akan menyebar semakin cepat.
Saat itu, sekalipun berhasil menemukan penawarnya, segalanya sudah terlambat.
“Long Yin Tian, kalau kau berani macam-macam, meski harus mengorbankan seluruh Aliansi Darah Merah, aku akan menghancurkan keluarga Feng sampai rata dengan tanah.”
“Dia masih muda, aku tidak akan menyentuhnya!”
Long Yin Tian tentu paham maksud Jin Yu Hang. Ia tahu hidupnya tak lama lagi; menerima perjodohan ini pun semata-mata demi membalas budi keluarga Feng.
Ia menatap Jin Yu Hang yang tampak begitu khawatir, lalu menepuk bahu temannya dengan berat, berkata sungguh-sungguh, “Jika hari itu benar-benar tiba, aku berharap kau, atas nama persaudaraan kita, bisa menjaga dia dengan baik untukku.”
“Kau gila!”
Jin Yu Hang terkejut sampai mundur sejauh satu meter karena ekspresi itu.
“Long Yin Tian, aku pasti akan menemukan penawarnya sebelum hari itu tiba. Sekalipun kau harus terbaring sekarat di ranjang, kau harus bertahan demi aku.”
“Tuan, ada sesuatu yang ingin saya laporkan.”
Saat itu, seorang wanita berbaju merah dengan cadar merah di wajahnya, berdiri dengan hormat di depan ruang kerja.
Jin Yu Hang melototi Long Yin Tian, lalu kembali ke raut wajah biasanya dan keluar membuka pintu, “Xiao Yan Er, sampaikan laporannya.”
Wanita yang dipanggil ‘Xiao Yan Er’ itu melirik Long Yin Tian dengan hati-hati, lalu segera maju dan membisikkan beberapa patah kata ke telinga Jin Yu Hang.