Bab Empat Puluh Empat: Merangkulnya dengan Erat
Long Yintian terkejut ketika melihat matanya tiba-tiba terbuka, napas yang hendak dihembuskannya pun langsung tertahan. Waktu seakan berhenti pada detik itu. Mereka saling memandang tanpa berkata sepatah kata pun, membiarkan keheningan menyelimuti suasana.
Setelah beberapa detik tertegun, Feng Qingyue mengedipkan matanya dengan kuat. Ketika ia memastikan wajah tampan di depannya benar-benar milik Long Yintian, ia buru-buru menutup matanya lagi dan bergumam, “Aku pasti terlalu begadang sampai berhalusinasi. Tidur saja, lebih baik aku lanjut tidur.”
Long Yintian tertawa geli melihat tingkah lucunya, namun napas yang tertahan di dadanya malah tersangkut di tenggorokan, membuatnya batuk-batuk sambil tertawa tercekik. Ia menutup mulutnya menahan tawa, lalu diam-diam membalikkan badan.
Saat itu, Feng Qingyue yang tadinya ingin berpura-pura tidur agar bisa menghindar, justru terkejut mendengar suara batuknya yang aneh. Ia langsung duduk tegak di tempat tidur, tanpa banyak bicara segera menarik pergelangan tangan Long Yintian untuk memeriksa denyut nadinya.
“Aku baik-baik saja.”
“Jangan bergerak!”
Long Yintian baru saja hendak menarik tangannya, namun Feng Qingyue lebih dulu mencengkeram lengannya erat-erat, tubuhnya pun secara refleks terjatuh ke pelukannya. Kedekatan yang tiba-tiba itu membuat tubuh Long Yintian langsung menegang, apalagi ketika punggung tangannya bersentuhan dengan kelembutan di depan dada Feng Qingyue, telinganya seketika memerah.
Selama dua puluh tahun hidup, ia belum pernah sedekat ini dengan seorang wanita. Long Yintian berdeham canggung dan memalingkan wajah, rona wajahnya tampak tak alami.
“Qingyue, duduklah dulu.”
“Aku paling tidak suka pasien yang bandel, siapa yang suruh kamu menghindar?”
Pipi Feng Qingyue sedikit bersemu merah. Saat ia perlahan bangkit dari tubuh Long Yintian, ia masih saja mengomel pelan. Namun ketika matanya menangkap telinga Long Yintian yang memerah, matanya membelalak penuh ketidakpercayaan menatapnya.
Seorang pangeran terpandang seperti dia, setelah dewasa seharusnya punya banyak pelayan pribadi. Jangan-jangan...
Di sisi lain, Long Yintian melihat Feng Qingyue terdiam tak bergerak. Ketika ia menoleh dan mendapati Feng Qingyue menatapnya kosong, alisnya terangkat tipis.
“Jadi, tubuhku tidak apa-apa, kan?”
“Tidak…”
Kata ‘apa-apa’ baru saja hendak keluar dari mulut Feng Qingyue, namun ketika ia kembali memeriksa nadi Long Yintian, alisnya langsung mengernyit dalam-dalam.
“Racunmu sudah kambuh?”
“Rasa sakit seperti ini, aku sudah terbiasa.” Long Yintian teringat kejadian pagi tadi saat Feng Qingyue masuk hutan untuk menangkap kelelawar pengisap darah, tatapan matanya pada gadis itu pun menjadi semakin lembut. “Luka di lehermu, masih sakit? Jangan lakukan hal berbahaya seperti itu lagi.”
“Kamu sudah tahu?”
Ketika Feng Qingyue menatap matanya dan melihat penyesalan di sana, dadanya terasa sesak dan kepalanya pun tertunduk. “Sebenarnya, aku sengaja membiarkan diriku terluka. Saat aku tersesat ke sarang kelelawar pengisap darah dan melihat mereka bergelantungan di langit-langit gua, aku sedikit bersemangat. Tapi mereka bergelantungan terlalu tinggi, aku tak bisa menjangkaunya, jadi aku pakai kayu bakar untuk mengusir mereka, tapi malah membuat mereka marah.”
Baru saja ia selesai bercerita, Feng Qingyue merasa ada tatapan tajam menusuk dari arah atas. Ia mendongak, dan ketika bertemu dengan sorot mata Long Yintian yang dingin, ia refleks terkejut dan lehernya tertarik mundur.
“Aduh—”
“Jangan banyak bergerak!”
Long Yintian buru-buru menopang belakang kepalanya, khawatir luka di leher Feng Qingyue robek lagi. Namun saat melihat darah segar kembali merembes di luka yang tadinya sudah berhenti berdarah, ia hanya bisa menghela napas panjang, sedikit tak berdaya.