Bab Dua Puluh Lima: Harapan Long Yintian
Di dalam kereta kuda yang kembali ke kediaman, Feng Qingyue dan Long Yintian duduk saling berhadapan, namun gadis itu terus menundukkan kepalanya.
Long Yintian tampak termenung, lalu setelah batuk beberapa kali seolah merasa tak nyaman, ia berkata, "Mulai sekarang, jangan lakukan hal seperti itu lagi."
"Kau tidak suka?" Feng Qingyue hampir secara refleks melontarkan pertanyaan itu.
Begitu ia menyadarinya, alisnya langsung berkerut rapat.
Long Yintian menggeleng pelan, sorot matanya pun melunak karena melihat kegugupannya. "Melukai diri sendiri demi orang yang tidak penting, itu tidak sepadan."
Feng Qingyue sedikit tertegun, menatap wajah Long Yintian yang begitu jujur dan terbuka. Ia baru saja menyadari sesuatu.
Ternyata, ia sedang dipedulikan!
Feng Qingyue menahan senyum tipis, rasa malu karena tipu muslihatnya terbongkar pun lenyap tanpa bekas.
Namun, memikirkan hubungan mereka ke depan, ia tetap tak bisa menahan diri untuk bersikap serius. "Yang Mulia, ada beberapa hal yang ingin kubicarakan dengan jelas sejak awal."
Long Yintian mengangguk.
Feng Qingyue berkata, "Yang Mulia, meskipun aku orang yang blak-blakan dan terus terang, aku juga tidak bisa menoleransi ketidakadilan sedikit pun. Jika seseorang menyakitiku sejengkal, aku pasti membalasnya sehasta! Adegan seperti hari ini, aku tidak bisa menjamin tidak akan terulang. Tapi aku berjanji, aku tidak akan melakukan apa pun yang membuatmu kecewa."
"Kediaman pangeran memang sepi, kurang kehidupan. Setelah kau masuk ke sini, jadilah dirimu sendiri saja, semua risiko biar aku yang tanggung," jawab Long Yintian, memperhatikan dengan jelas ekspresi 'berterus terang sebelum berjanji' yang ditunjukkan Feng Qingyue. Mengingat wajah kesal yang ditunjukkan gadis itu saat berhadapan dengan Long Chenghao dan rombongannya, hatinya pun tak lagi menyimpan keraguan.
Sebaliknya, watak Feng Qingyue yang lugas dan berjiwa besar, berbeda dengan kebanyakan gadis bangsawan yang penuh kepura-puraan, justru membuatnya merasa cocok. Bahkan, ia tidak merasa terganggu dengan keras kepala gadis itu saat sedang ngambek.
"Mulai sekarang, bolehkah aku memanggilmu 'Qingyue' saja?" tanyanya.
Feng Qingyue tak mempermasalahkan soal panggilan, toh itu hanya nama saja.
Namun, kalimat terakhir yang diucapkan Long Yintian dengan penuh kesungguhan tadi sempat membuatnya sedikit terkejut.
Setelah ragu beberapa saat, Feng Qingyue kembali bicara, "Yang Mulia, nanti setelah aku menikah dan tinggal di kediaman ini, bolehkah aku meminta satu kamar khusus untukku?"
"Kamar khusus?"
"Ya," jawab Feng Qingyue sambil mengangguk.
Ia ingin mengobati penyakit Long Yintian, tapi ia harus tahu dulu racun apa yang menggerogoti tubuh lelaki itu, baru bisa meracik penawarnya.
"Yang Mulia, biasanya saat aku tidak ada urusan penting di rumah, aku suka menghabiskan waktu di kamar untuk bereksperimen dengan berbagai ramuan. Selain itu, aku pernah membaca salah satu kitab pengobatan mengenai gejala yang kau alami. Aku ingin mencoba mengobatimu."
"Menurutmu, kau bisa menyembuhkan penyakitku?"
Melihat kepercayaan diri Feng Qingyue, Long Yintian merasa orang yang ada di depannya benar-benar berbeda dengan yang selama ini ia dengar dari berbagai sumber. Namun ia yakin, ia tidak membenci gadis seperti ini.
Feng Qingyue tidak membenarkan maupun menyangkal.
Saat itu, ia menarik lengan Long Yintian, membuka sedikit ujung lengan bajunya, lalu menempelkan jari telunjuk dan jari tengahnya di pergelangan tangan lelaki itu.
Beberapa saat kemudian, ia menarik tangannya dengan ekspresi serius.
Feng Qingyue sudah pernah menangani banyak penyakit sulit, namun denyut nadi Long Yintian yang terasa lemah dan lamban seperti itu tetap saja membuatnya terkejut.
"Ada hasilnya?" tanya Long Yintian, tak melewatkan sedikit pun perubahan di wajahnya. Melihat gadis itu tiba-tiba memasang wajah serius dan diam, ia justru berharap Qingyue bisa menemukan sesuatu.
Feng Qingyue merasa kurang nyaman karena terus ditatap, lalu buru-buru mengalihkan pandangan. "Dari denyut nadi, kondisi Yang Mulia menunjukkan lambung dan limpa yang lemah, saluran bawah yang tersumbat, namun sesekali terasa panas di paru-paru, dan energi keluar tanpa bisa tertahan. Penyebab pastinya, aku pun belum mengetahui."
Melihat wajah kecewa Feng Qingyue, Long Yintian tersenyum tipis, walau hanya sesaat.
...