Bab 61: Pertarungan dengan Tangan dan Kaki
Pada saat yang sama di luar gerbang kota.
Rombongan Feng Jin Qi memacu kuda dengan cepat hingga tiba di luar kota, lalu turun dari kuda sekitar tiga kilometer dari gerbang dan menunggu dengan tenang di tempat itu.
“Setelah setengah tahun, akhirnya mereka akan kembali.”
Mata Feng Jin Qi menatap tajam ke arah pasukan besar yang semakin mendekat dari kejauhan, rasa bangga dan bahagia di matanya tak mampu ia sembunyikan.
Dari kejauhan, Feng Qing Yue sudah melihat Feng Jing Yue yang berjalan paling depan. Ia sangat mengagumi cara kakaknya turun dari kuda dan berjalan bersama para prajurit.
“Kau tampak tegang?”
Long Yin Tian yang berdiri di sampingnya menyadari tubuhnya bergetar pelan. Ia segera menggenggam tangan kecil Feng Qing Yue, menatapnya dengan senyum lembut.
Pipi Feng Qing Yue langsung memerah. Ia buru-buru menarik kembali tangannya, agak malu-malu. “Aku hanya sudah lama tak bertemu Kakak, jadi tak tahu harus berkata apa saat bertemu nanti.”
“Apakah karena urusan pernikahan kita?”
Long Yin Tian mengira kegugupannya disebabkan karena mereka akan segera menikah. Ia kembali menggenggam tangan Feng Qing Yue, kali ini dengan sikap sungguh-sungguh. “Soal kakakmu, serahkan saja padaku.”
“S-siapa bilang aku gugup soal itu?” Wajah Feng Qing Yue semakin merah, rona di pipinya menjalar hingga ke leher.
Sebenarnya ia khawatir Feng Jing Yue akan curiga dirinya bukanlah Qing Yue yang asli. Namun karena penjelasan Long Yin Tian tadi dan ia juga tak berani menjelaskan, akhirnya semua jadi seperti yang dikatakan Long Yin Tian.
Xiao Cui yang ikut bersama mereka pun tertawa mendengar ucapan Long Yin Tian barusan.
“Nona, Tuan Muda benar-benar sangat baik padamu.”
“Kau tertawa lagi, awas saja nanti kujodohkan kau dengan orang lain!” Feng Qing Yue pura-pura marah dan melotot kepada Xiao Cui, tapi ekspresinya yang seperti itu justru membuat semua orang di sekitarnya ikut tertawa.
Tiba-tiba, Feng Qing Yue melihat ayahnya bergerak. Dalam sekejap, langkahnya mengarah ke Feng Jing Yue. Kedua ayah dan anak itu langsung saling serang dan bergumul.
Meskipun pertarungan antara ayah dan anak itu tampak mendadak, tak ada satu pun yang mencoba melerai. Mereka berdua bertarung layaknya tak ada orang lain, saling menyerang tanpa ada niat untuk mengalah.
Feng Qing Yue, dari ingatan pemilik tubuh aslinya, teringat bahwa setiap kali ayah dan kakaknya pulang dari kemenangan di medan perang, mereka selalu menunjukkan ‘kepedulian’ dengan bertarung seperti ini.
Setelah beberapa saat, Feng Jin Qi melayangkan satu serangan telapak tangan ke putranya. Namun, Feng Jing Yue dengan cerdik menyerang balik dari bawah ketiaknya. Saat Feng Jin Qi hendak mengubah serangan dan bersiap bertahan, tiba-tiba ia dipeluk dari belakang oleh Feng Jing Yue. Tanpa sempat bereaksi, ia pun jatuh dalam kendali sang putra.
“Anak nakal, cepat lepaskan!” Feng Jin Qi tertawa sambil berusaha melepaskan diri.
“Ternyata kau tak kehilangan kemampuanmu.”
“Itu sudah pasti.”
Feng Jing Yue melepaskan pelukan pada ayahnya dan mundur selangkah. Para prajurit di belakangnya juga maju ke depan, lalu berlutut dengan satu lutut, mengepalkan tangan memberi hormat. “Jenderal Agung, kami telah kembali!”
“Kalian semua sudah bekerja keras!” Feng Jin Qi membalas dengan berlutut pula.
Feng Qing Yue agak tertegun. Pemandangan seperti ini biasanya hanya ia lihat di televisi. Ketika suara salam yang menggelegar itu terdengar, ia merasa telinganya sampai berdenging.
Barulah saat ini ia bisa melihat wajah Feng Jing Yue dengan jelas. Alis tegas, mata tajam bak elang di malam hari. Sifatnya dingin, angkuh, namun penuh wibawa. Tubuhnya tinggi dan tegap, tidak tampak kasar, berdiri kokoh seperti pinus tua di pegunungan, aroma darah medan perang begitu terasa, bahkan tanpa marah pun auranya begitu menakutkan!
Ketika Feng Jing Yue menatap ke arahnya, Feng Qing Yue segera melepaskan tangan Long Yin Tian, lalu dengan hati-hati berjalan ke depan Feng Jing Yue dan memanggilnya lembut, “Kakak.”
“Yue Er, Kakak sudah pulang.”
Feng Jing Yue menatapnya lama, lalu berkata dengan sungguh-sungguh, “Yue Er, Kakak tidak akan membiarkan siapa pun menyakitimu lagi!”
Setelah itu, ia berbalik menghadap Long Yin Tian yang berdiri di samping. Saat hendak memberi hormat, Long Yin Tian segera menahan dan membantunya berdiri.
“Tuan, apa maksudmu?”
“Panglima muda tak perlu sungkan. Hari ini aku datang sebagai calon menantu keluarga Feng, ikut bersama Jenderal Agung menyambut kepulanganmu.” Jawaban Long Yin Tian sangat lugas. Saat menoleh pada Feng Qing Yue, sorot matanya tak mampu menyembunyikan kelembutan.
Kini ia memang berniat tulus untuk menikah dengan keluarga Feng. Tentu saja, ia pun akan memperlakukan keluarga calon istrinya dengan sebaik mungkin.