Bab 157: Teladan Para Dewi, Sang Ketua Sekte Merebut Kekasih Secara Paksa
“Tentu saja, itu sama sekali tidak mungkin! Pria mana yang sebenarnya pantas bersanding dengan Pemimpin Sekte? Ini omong kosong! Dari mana datangnya rumor tidak berdasar ini?”
Seseorang sama sekali tidak percaya, menganggapnya sebagai lelucon yang konyol. Menurutnya, tidak ada seorang pun di dunia ini yang pantas bersanding dengan sang Pemimpin Sekte.
“Kabar ini benar adanya. Kali ini, para murid tingkat pemurnian Qi yang menyertai Penatua Ren Hui juga ikut serta.”
“Mereka juga berhasil memperoleh banyak informasi penting dari sana.”
“Bahkan, ada yang melihat Penatua Ren Hui mengantarkan pria itu langsung memasuki Puncak Xianxia.”
“Mungkin sekarang mereka sudah mulai tinggal menetap di sana,” ucap seorang murid dengan nada penuh keyakinan.
Kenyataannya, bukan hanya satu atau dua orang yang melihat kejadian tersebut. Terlalu banyak warga Sekte Xianxia yang menyaksikan kedatangan Zhou Sui dan rombongannya, sehingga mustahil rahasia seperti itu bisa disembunyikan.
Kabar itu pun sudah lama menjadi rahasia umum.
“Siapa sebenarnya pria itu? Dari latar belakang mana asalnya?”
“Apakah dia seorang murid pewaris sejati dari salah satu sekte besar?” tanya seseorang dengan tidak sabar.
“Kalian salah, tebakan kalian semua keliru. Pria itu bukanlah seorang murid pewaris sejati, melainkan seorang kultivator independen biasa,” jawab seorang kultivator muda berpakaian putih dengan nada penuh misteri.
Kultivator muda berpakaian putih ini bernama Tang Jie, seorang murid bagian dalam yang berada di tingkat kedelapan pemurnian Qi. Ia juga dikenal luas di Sekte Xianxia sebagai seorang yang serba tahu, terkenal karena tidak pernah kehabisan informasi dan mengetahui segala hal tentang sekte tersebut.
Sebagian besar berita gosip di Sekte Xianxia memang selalu bermula darinya.
“Hanya seorang kultivator independen? Itu terlalu mengada-ngada! Bagaimana mungkin dia bisa mengenal Pemimpin Sekte?”
“Benar sekali, dia kan hanya kultivator rendahan. Jangankan mendekat, melihat wajah Pemimpin Sekte dari dekat saja mungkin belum pernah.”
“Kultivator independen ibarat ayam kampung, sementara Pemimpin Sekte adalah burung phoenix yang agung. Mana mungkin seekor burung phoenix melirik ayam kampung?”
“Tang Jie, dari mana sebenarnya kau mendapatkan berita ini? Ini sungguh tidak masuk akal.”
Semua orang menunjukkan ekspresi tidak percaya.
Mereka meragukan perkataan Tang Jie karena dianggap terlalu tidak masuk akal.
“Kalian tidak tahu masalahnya. Sebelumnya, Pemimpin Sekte sempat disergap oleh Sekte Iblis Kegelapan dan dikepung di Kota Miyun selama lebih dari dua tahun. Beliau bahkan terkena racun mematikan dan hampir berada di ambang kematian.”
“Sayangnya, pada saat itu Sekte Xianxia kita tidak memiliki kekuatan cadangan untuk memberikan bantuan, sehingga kami hanya bisa menyaksikan Pemimpin Sekte jatuh ke dalam situasi yang putus asa.”
“Ketika Sekte Iblis Kegelapan berhasil menjebol Kota Miyun, Pemimpin Sekte yang sudah tidak memiliki jalan keluar akhirnya diselamatkan oleh pria itu.”
“Hasilnya sudah bisa ditebak. Seorang wanita yang berada di ambang kehancuran dan diselamatkan oleh seorang pria di saat-saat paling kritis tentu akan merasa sangat berterima kasih.”
“Bagaimanapun juga, ini adalah anugerah penyelamatan nyawa. Bahkan jika beliau harus menyerahkan seluruh rutenya sebagai bentuk balasan, itu bukanlah hal yang berlebihan,” tutur Tang Jie sembari menceritakan kronologi kejadian tersebut secara terperinci.
Sumber informasinya tentu saja berasal dari para murid tingkat pemurnian Qi yang mengikuti Penatua Ren Hui.
Selama perjalanan di atas kapal terbang, Zhou Sui memang telah menjelaskan kepada Ren Hui dan yang lainnya mengenai bagaimana ia bisa berkenalan dengan Leng Yuexi.
Lagipula, dirinya sebentar lagi akan resmi bergabung dengan Sekte Xianxia, sehingga menceritakan sedikit tentang latar belakangnya bukanlah masalah besar.
Bagaimanapun juga, latar belakangnya bersih dan ia sama sekali tidak takut jika diselidiki.
“Jadi, pria inilah yang telah menyelamatkan Pemimpin Sekte? Pantas saja Pemimpin Sekte bisa jatuh hati kepadanya.”
“Masalahnya, bukankah saat itu Sekte Iblis Kegelapan mengepung dari segala penjuru? Bagaimana caranya pria itu bisa menyelamatkan Pemimpin Sekte?”
“Lelaki itu kan kultivator independen asal Kota Miyun, seekor ular tanah sejati di sana. Pasti ada jalur rahasia yang digunakannya untuk mengecoh Sekte Iblis Kegelapan.”
“Pemimpin Sekte memang dinaungi oleh keberuntungan besar. Di tengah situasi hidup dan mati, beliau masih bisa diselamatkan oleh seseorang.”
Banyak orang yang akhirnya mengangguk paham.
Mereka mulai mengerti proses bagaimana pria itu bisa berkenalan dengan sang Pemimpin Sekte.
Bukankah sudah tak terhitung banyaknya kisah cinta yang ditulis dengan alur serupa? Di mana seorang wanita diselamatkan oleh seorang pria, lalu mereka akhirnya jatuh cinta.
Bahkan seorang suci seperti Pemimpin Sekte Leng Yuexi tampaknya tidak mampu menghindari takdir percintaan semacam itu.
“Jika hanya sampai di situ saja, mungkin itu bukan masalah besar. Namun, hal yang jauh lebih mengejutkan adalah, sebelum menyelamatkan Pemimpin Sekte, pria itu ternyata sudah memiliki tiga orang istri,” tambah Tang Jie tiba-tiba dengan sebuah berita yang sangat mencengangkan.
Apa?!
Begitu kalimat itu terlontar, seluruh orang terperanjat seketika. Mata mereka terbelalak lebar, diliputi rasa tidak percaya yang luar biasa.
“Tidak mungkin! Pria itu sudah beristri tiga sebelum mengenal Pemimpin Sekte, tetapi sekarang dia malah menjalin ikatan suci dengan Pemimpin Sekte juga? Hubungan macam apa ini sebenarnya?”
Seseorang merasa sangat terkejut, menganggap situasi ini terlalu rumit untuk dicerna.
Ia merasa kapasitas otaknya hampir tidak sanggup memproses cerita tersebut.
“Betul-betul tidak tahu malu! Memiliki tiga orang istri saja belum cukup, dia masih berani berniat memperistri Pemimpin Sekte? Apakah kultivator independen itu sudah bosan hidup? Keberaniannya benar-benar luar biasa!” maki seorang siswi pemurnian Qi dengan nada geram, tampak ingin segera menyerbu Puncak Xianxia dan mencincang pria yang dianggapnya tidak tahu malu itu.
“Kalian semua salah besar! Bukan pria itu yang tidak tahu malu ataupun bernyali besar.”
“Jelas sekali bahwa masalah ini sepenuhnya adalah kesalahan Pemimpin Sekte!”
“Mengetahui bahwa pria itu sudah memiliki tiga orang istri, beliau tetap saja nekat merebutnya secara paksa dan ingin menguasai pria itu untuk diri sendiri.”
“Sudah sangat jelas, Pemimpin Sekte telah jatuh cinta pada pria itu, dan sang kultivator independen tidak memiliki kuasa untuk menolaknya.”
“Lagipula, pria itu hanyalah seorang kultivator tingkat pemurnian Qi. Ketika diincar oleh seorang kultivator wanita tingkat pembangunan pondasi yang memaksakan kehendaknya, bagaimana mungkin dia bisa menolak?”
“Dikabarkan bahwa ketiga istrinya menangis tersedu-sedu setiap malam. Mereka menyelamatkan seekor serigala berbulu domba, yang pada akhirnya malah merampas suami mereka sendiri,” ucap Tang Jie dengan nada penuh keprihatinan.
Di dalam benaknya, Zhou Sui tidak lebih dari seorang wanita baik-baik yang diincar oleh seorang tiran kejam. Menghadapi penindasan dari penguasa yang kuat, mana mungkin orang biasa sanggup menolak?
Jika berani menolak, akibatnya adalah kehancuran seluruh keluarganya.
“Ini…!”
Para para saudari di Sekte Xianxia terdiam seribu bahasa. Mereka sama sekali tidak mampu membantah argumen tersebut.
Jika sejak awal pria itu sudah bersama sang Pemimpin Sekte, lalu kemudian bermain mata di luar, maka kesalahan pasti berada di pihak sang pria.
Namun, bagaimana dengan kenyataannya sekarang? Pria itu jelas-jelas sudah memiliki istri, bahkan tidak hanya satu, melainkan tiga orang.
Kendati demikian, Pemimpin Sekte sama sekali tidak memedulikannya dan tetap memaksa untuk mempersunting pria tersebut, merebutnya dari tangan istri-istrinya.
“Omong kosong! Tang Jie, omongan apa yang baru saja kau ucapkan itu? Beraninya kau bilang ini adalah kesalahan Pemimpin Sekte!”
“Benar sekali! Pemimpin Sekte berkenan melirik pria itu adalah sebuah kehormatan besar bagi si pria. Kalian masih berani menyalahkan Pemimpin Sekte? Kulihat kalian benar-benar sudah bosan hidup karena berani memfitnah Pemimpin Sekte di sini!”
“Seorang tokoh besar di Alam Inti Emas mengangkat seorang pria menjadi selirnya, lantas apa masalahnya? Disupport penuh oleh Pemimpin Sekte adalah impian yang didambakan oleh jutaan pria di dunia ini. Masih berani-beraninya pria itu melontarkan kata-kata tidak hormat?”
“Betul katamu! Biarpun pria itu memiliki tiga istri, atau bahkan seratus istri sekalipun, jika Pemimpin Sekte sudah menghendakinya, dia harus masuk ke kamar pribadi Pemimpin Sekte dengan patuh.”
“Memang pantas dijuluki Pemimpin Sekte kita! Beliau sungguh seorang srikandi sejati yang tidak berjalan di jalur biasa. Aku tadinya mengira beliau tidak menyukai pria, tidak disangka seleranya ternyata pria beristri.”
“Menurutku selera seperti itu justru luar biasa! Para pria lajang itu tidak ada apa-apanya. Pria yang tidak diinginkan wanita lain pun tidak akan kami lirik. Yang kami inginkan justru pria yang sudah berpengalaman memiliki wanita!”
“Tepat sekali! Pria yang sudah memiliki pasangan adalah tipe yang tahu cara memperlakukan wanita dengan lembut. Apa yang diketahui oleh para pemuda mentah itu? Jangan-jangan saat malam pertama nanti, pihak wanita yang harus mengajari mereka cara melewatinya.”
Para wanita Sekte Xianxia bersahutan melontarkan komentar mereka. Alih-alih menghujat, mereka justru berbalik arah dan memuji tindakan sang Pemimpin Sekte setinggi langit, menganggap keputusan beliau sebagai teladan bagi seluruh kultivator wanita.