Bab 153: Ikan yang Lolos dari Jaring
"Cepat lepaskan aku!" naga itu meraung.
Sui Jiang mengangkat tangannya, lalu memukul taring naga itu dengan keras, membuat banyak batu hitam berguguran dari gigi sang naga.
"Untuk apa kau terburu-buru? Waktunya belum tiba."
"Rrrggh!"
Naga itu kesal, terus menerus meraung hingga seluruh gua bergetar hebat.
"Jika kau tidak berhenti, aku akan membuatmu menjadi kurban juga!" ancam Sui Jiang.
"Apa yang sebenarnya ingin kau lakukan?" tanya Gu Qining.
Beberapa cultivator yang tergantung bersama dirinya di tubuh naga itu menatap Sui Jiang dengan penuh kewaspadaan.
Sui Jiang mendongak dan tertawa terbahak-bahak. "Bukankah naga ini sudah memberitahu kalian? Tempat ini adalah kolam darah untuk kurban. Karena ia tidak mau menjadi kurban, maka tentu saja kalian yang harus menggantikannya."
"Jadi, kaulah cultivator yang menjebak naga di tempat ini?"
Sui Jiang menggelengkan kepala. "Tentu saja bukan. Aku hanya kebetulan menemukan tempat yang bagus ini dan kebetulan membuat kesepakatan dengannya."
"Membuat kesepakatan? Aku sangat ahli dalam hal itu. Naga Besar, kurasa sebaiknya kau membuat kesepakatan denganku saja."
Tepat pada saat itu, sebuah suara riang tiba-tiba terdengar dari atas panggung tinggi.
Sui Jiang menoleh dengan cepat, menatap dengan terkejut ke arah Pria Gemuk Liu yang baru saja bangkit dari lantai. "Kau—kenapa kau baik-baik saja?"
Bahkan naga itu pun tampak cukup terkejut. "Kenapa kau tidak keracunan?"
"Oh, jadi ini racun?"
Pria Gemuk Liu menoleh untuk melihat sekeliling. Semua cultivator di sana tampak berwajah pucat basi dengan bibir kehitaman.
"Air asam dari berapa tahun yang lalu ini? Hebat juga. Hanya saja, perutku tadi mulas, jadi aku lari ke dekat gigi besarmu untuk buang air kecil. Tanpa disangka, aku malah lolos dari musibah."
Pupil naga itu sedikit menyusut, lalu ia membuka mulutnya dan memuntahkan genangan air asam yang cukup banyak.
"Ikan yang lolos dari jaring."
Sorot mata Sui Jiang menjadi kejam, dan ia langsung berkata kepada naga itu, "Kenapa kau tidak segera menangkapnya?"
"Tunggu!"
Pria Gemuk Liu buru-buru mengangkat tangan dan berkata kepada naga itu, "Bukankah kau hanya ingin keluar? Aku bisa melepaskanmu."
"Apa kau serius?!" tanya naga itu dengan suara berat.
"Tentu saja serius. Aku, Pria Gemuk Liu, selalu jujur dalam berdagang dan tidak pernah menipu anak-anak maupun orang tua."
Sambil berbicara, Pria Gemuk Liu menunjuk ke bagian perut naga itu dan berkata, "Bukankah kau hanya ingin dia mencabut pedang spiritual di tubuhmu itu? Aku bisa membantumu mencabutnya sekarang."
Naga itu menggerakkan kepalanya. "Cepat cabut kalau begitu!"
"Jika aku mencabut pedang spiritual itu, kau harus segera melepaskan para cultivator di sini. Tentu saja, jika kau kelaparan, rekan Taois Sui ini akan kuberikan untuk kAU makan."
Sebelum naga itu sempat bersuara, Sui Jiang sudah berkata dengan kejam, "Berani coba-coba!"
"Aku, Pria Gemuk Liu, selalu bernyali besar."
Pria Gemuk Liu menengadah lagi menatap naga itu. "Naga Besar, bagaimana? Bekerja sama denganku tidak punya banyak syarat. Kau hanya perlu melepaskan para cultivator di sini, maka kau akan mendapatkan kebebasanmu. Coba lihat dia, sama sekali tidak punya ketulusan, menyuruhmu melakukan ini dan itu..."
Tatapan naga itu bergeser, memindai antara Pria Gemuk Liu dan Sui Jiang.
Dengan ekspresi buas, Sui Jiang berkata, "Jangan bermimpi di siang bolong! Sekalipun kau tidak keracunan, kau tetap bukan tandinganku!"
Sui Jiang seketika mengerahkan tekniknya, sekujur tubuhnya diselimuti oleh energi iblis, lalu dengan cepat menebaskan sabit raksasanya ke arah Pria Gemuk Liu.
Pria Gemuk Liu menjerit kaget dan berlari menghindar kesana-kemari. "Kau serius ya? Aku bahkan belum siap!"
Sui Jiang mengejar Pria Gemuk Liu hingga ke panggung tinggi, di mana beberapa kilatan pedang tiba-tiba meluncur ke arahnya.
Tanpa sempat mengantisipasi, lengan Sui Jiang tertusuk oleh pedang spiritual berwarna putih keperakan yang berada paling dekat dengannya.
"Kalian—kalian tidak apa-apa!" Sui Jiang memegangi lukanya dan melihat beberapa cultivator yang bangkit berdiri dari tanah.
Mu Shengxun memasang wajah dingin dan menerjang maju dengan pedang di tangan.
Sui Jiang merasa terancam bagai menghadapi musuh besar, dan langsung berbalik untuk melarikan diri. Kecepatannya berlari sangat luar biasa, ia bahkan melompat ke atas tubuh naga untuk menghindari tebasan demi tebasan pedang Mu Shengxun.
Xie Lianmo dan Ye Yizhou juga bangkit dari tanah, lalu membagikan pil penawar racun kepada para cultivator di sekitar.
"Kakak Seperguruan Xie, racun naga ini terlalu kuat. Pil penawar racun yang kita miliki sama sekali tidak mempan," kata Ye Yizhou dengan nada tak berdaya.
"Kalau begitu, mari kita habisi cultivator itu dulu bersama Kakak Seperguruan Mu, baru kemudian meminta naga itu menawar racun mereka." Ucap Jiang Chuchu yang sejak awal juga sudah waspada.
Begitu suaranya mereda, Jiang Chuchu dengan cepat melompat ke atas tubuh naga dan bergabung dengan Mu Shengxun untuk mengejar Sui Jiang.
Cheng Zhaozhao berkata, "Liu Gemuk, kau..."
"Jangan, aku tidak punya pil penawar racun yang sehebat itu," potong Pria Gemuk Liu.
"Kau bisa menunggu mereka sadar, lalu meminta batu spiritual dari mereka," saran Cheng Zhaozhao.
"Berapapun yang diminta boleh?" Pria Gemuk Liu mulai tertarik.
"Mengingat kau telah menyelamatkan nyawa mereka, mereka pasti bersedia membayar dengan batu spiritual," bujuk Cheng Zhaozhao pelan-pelan.
Pria Gemuk Liu melipat tangan di dada sambil mengusap dagunya. "Masuk akal juga. Sekarang mereka bagaikan ikan di talenan dan aku pemegang pisaunya, paling-paling kalau tidak mau aku racuni lagi saja."
Sambil berkata demikian, ia merogoh kantong penyimpanan dan mengeluarkan sebuah botol porselen.
Ye Yizhou buru-buru mendekat. "Rekan Taois Liu, pil apakah ini?"
"Pil Pembersih Racun."
"Memangnya ampuh?"
"Produksi Aula Pil Sekte Suiyang di Wilayah Selatan, menurutmu ampuh atau tidak?" Usai berkata demikian, ia langsung memberikan pil penawar itu kepada beberapa cultivator terdekat.
Hanya dalam sekejap, rona wajah para cultivator itu kembali pulih dan perlahan-lahan sadarkan diri.
"Rekan Taois Ye, berikan pil ini kepada mereka. Aku masih harus menagih batu spiritual." Pria Gemuk Liu melemparkan botol porselen itu kepada Ye Yizhou, sementara dirinya sendiri langsung mendatangi para cultivator yang baru sadar untuk menuntut batu spiritual.
"Bagaimana kau tahu dia punya Pil Pembersih Racun?" tanya Xie Lianmo.
Cheng Zhaozhao merentangkan tangan. "Aku menebaknya."
Setelah bergaul sekian lama, ia sudah memahami beberapa sifat Pria Gemuk Liu. Ada atau tidaknya suatu barang pada dirinya sebenarnya lebih bergantung pada apakah dia ingin mengeluarkannya atau tidak.
Xie Lianmo tidak berkata apa-apa lagi. Bersama beberapa cultivator yang baru sadar, ia melompat ke udara dan bergabung dalam barisan pengejaran terhadap Sui Jiang.
"Naga keparat, apa kau masih belum mau bergerak!" bentak Sui Jiang dengan suara tajam, lalu memukul tubuh naga itu hingga segumpal energi iblis seketika merasuk ke dalam tubuh sang naga.
Naga itu tiba-tiba meraung, dan sepasang matanya berubah menjadi merah darah.
Tak terhitung banyaknya rantai besi melesat dari udara.
Cheng Zhaozhao dan yang lainnya dengan cepat menghindar. Berbeda dari serangan selektif sebelumnya, kali ini rantai-rantai besi tersebut menyambar setiap cultivator yang ada, bahkan para cultivator yang masih pingsan di tanah pun tidak luput dari sasaran.
"Naga Besar, bukankah kita tadi sudah berjanji..."
"Kesadarannya sedang kacau sekarang, dia tidak akan mendengarkan perkataanmu," potong Cheng Zhaozhao, menghentikan teriakan Pria Gemuk Liu.
"Lalu apa yang harus kita lakukan?"
Yang lebih gawat lagi, seluruh gua mulai berputar, dan naga itu perlahan-lahan merosot ke bagian paling bawah.
Sebelumnya naga itu sudah mengatakan bahwa jika mereka tenggelam hingga ke dasarnya, kolam darah kurban yang disebut-sebut itu akan benar-benar terbuka.
Batu-batu hitam di sekeliling hancur berkeping-keping dan berjatuhan ke tanah, membuat suasana di dalam gua menjadi jauh lebih gelap.
"Dia menekan tingkat kultivasinya!" ucap Xie Lianmo dengan suara berat.
Jika tidak, mengandalkan serangan gabungan mereka beberapa orang, Sui Jiang tidak mungkin bisa menghindari serangan demi serangan dengan begitu mudah meskipun dirinya adalah seorang cultivator tingkat Pembentukan Pondasi.
Sui Jiang tersenyum dingin, wajahnya yang kurus dan kekuningan menggelap, lalu berkata, "Karena kalian menolak arak yang baik dan memilih arak hukuman, maka jangan salahkan aku jika bersikap tidak sopan."